Maven bertualang di Dunia Fantasi, Ancol

Akhir-akhir ini beberapa Maveners merasa suasana kantor mulai membosankan dan jenuh.
“Butuh refreshing nih…,” kata salah satu Maveners.
“Hayuuukkk…” disusul teriakan serentak dari maveners yang lain.
Dan setelah berdiskusi panjang, serta mencari-cari solusi yang tepat (biasalah…ibu-ibu, banyak pertimbangan) akhirnya Maveners memutuskan akan pergi ke Dufan untuk ‘Gila-gilaan bareng’ di hari Jumat, tanggal 24 Oktober 2008 kemaren.

Cuma enam orang yang sepakat untuk gila-gilaan di Dufan, karena yang super duper sibuk dengan kegiatan pre-weekend mereka. Tante Agnes, Tante Asti, Tante Wenny, Cici Stella, Mbak Ina and dik’ Geri pun sepakat memakai kostum yang sama untuk acara special itu; polo shirt aneka warna.

Lalu dengan hati riang dan perut kenyang setelah makan siang, berangkatlah 6 orang cewek-cewek kece ini menuju Dufan. Setelah berjalan sedikit ke depan Watery Residence (Pengairan maksudnya) tampaklah jemputan kami sudah menanti. Sebuah kendaraan roda tiga berwarna biru-kuning yang kalo jalan bunyinya prok-prok-prok (eh, itu mah kapiten ya?) bernama Bemo. Perjalanan dilanjutkan dengan naik busway dari halte Benhil. Cuma dengan membayar Rp 3.500 saja, kita udah bisa sampai dengan selamat di Ancol.
Asik banget!

Setelah masuk Dufan, cewek-cewek kece yang hobi berdiskusi ini pun ‘gatel’ menggelar meeting. Setelah berdebat kecil dengan ajakan menyesatkan untuk mencoba Kora-kora, ahirnya kita memutuskan untuk menaiki wahana Ontang-anting, which is one of our stupid decision, actually…huehehe.

Cuaca yang sedikit mendung dan angin yang lumayan kencang membuat sebagian dari peserta study tour hari itu agak masuk angin. Tapi gak apa-apa, petualangan tetap dilanjutkan. Setelah puas naik Ontang-anting, tiga orang peserta berniat untuk naik Halilintar. Hehehe, tiga lainnya ternyata cukup puas dengan aktivitas menjaga tas aja. Setelah Halilintar, petualangan Maveners berlanjut dengan perang melawan alien-alien di wahana Perang Bintang. Wuiiihhh disini tante Asti sama Tante Wenny semangat banget… cuing..cuing…semua alien ditembakin! Ga perduli kena ato nggak, hahaha….

Setelah itu, keenam peserta study tour siap menuju tantangan lain, wahana Kicir-kicir sudah menunggu. Tapi kali ini yang berani naik cuma dua orang, yang lain… masih punya semangat luar biasa buat duduk manis sambil cengengesan di depan wahana Kicir-kicir, nungguin tas. Lalu, semua peserta sepakat menaiki Alap-alap, itu loh miniaturnya halilintar yang warnanya ijo mirip ulet keket itu… Di atas Alap-alap, Ina dan Geri yang duduk bareng malah ketawa-ketawa ngakak, gara-garanya kondisi fisik alap-alap yang kecil dan kencang, bikin badan geli, hehehe … (benernya sih cuma sugesti mereka aja, kayaknya).

Dan akhirnya dimulailah petualangan yang sesungguhnya…TORNADO. Kali ini ga ada kompromi lagi, semua peserta harus ikut, kalo gak ikut perjanjiannya kita tinggal and digantung diatas Tornado…(Please do not try this to your beloved person, unless you’re willing to get a raw Bogem…hahaha) dengan harap-harap cemas, akhirnya semua naik dan duduk manis. Awalnya sih santai aja, tapiiiii…setelah deru mesinnya kedengeran dan mas-mas yang controller-nya mulai ngoceh..loh…kok mendadak panik yah…ternyata kepanikan itu bukan tanpa alasan, karena semua pada gak nyangka kalo Tornado bakalan sedahsyat itu…

Dik’ Geri sampe nangis dan teriak-teriak sampe sakit kepala gara-gara darah mengalir keatas kepala semua (secara tuh mesin di bolak-balik atas bawah) apalagi pas pengunjung di balik, kepala dibawah kaki diatas…huaaaahhhh…Toloooonnnggg…!!

Akhrinya setelah dua putaran dik’Geri menyerah dan minta turun saat itu juga. dik’ Geri pun misruh-misruh dan berjanji gak akan pernah naik wahana itu lagi. Cici Stella beserta Tante Asti dan Tante Wenny turun dengan selamat sentosa menyentuh tanah. Tapi tunggu dulu…ada dua orang yang masih nekat naik Tornado untuk kedual kalinya, Tante Agnes dan Mbak Ina. Ckckck..emang tuh orang dua gak ada urat takutnya.

Ada hal aneh terjadi setelah turun dari Tornado. Tiba-tiba muncul freckles merah di hampir seluruh muka dik’Geri…huiiihhh tampaknya shocking blood gara-gara Torando…(sok tau yah…hehe).

Setelah mimpi buruk berlalu, akhirnya tiba saatnya mendinginkan badan setelah darah mendidih, saatnya Arung Jeram…yah..gak usah ditanya lagi yah gimana senengnya naik arung jeram. Arung Jeram berlalu petualangan berikutnya menunggu, Kora-kora. Yup, kali ini semua juga harus ikut, gak pake tapi, apalagi mikir berkali-kali, langsung tariiikkk…hihihihi…tapi disini dik’Geri, tante Asti and tante Wenny milih duduk paling depan. Biar gak shock…hihihi… wushhh..wusshhh mulai meluncur dengan perahu goyang….

Akhirnya…perahu goyang berhasil dilalui… tapi perut mulai memanggil, saatnya makan malam…yah namanya makan yah musti kenyang, pasti semua udah pada ngertilah… Setelah makan malam, satu peserta harus pulang kembali ke alamnya…mbak Ina harus pulang duluan…heheh. Sebagai penutup sisa peserta yang lain mengunjungi wahana Simulasi Extreme Log… yaahh lumayan deh di goyang-goyang sedikit di kursi, fun juga. Sebagai penutup aksi petualangan hari itu, pilihan jatuh kepada Bianglala.

Kelima peserta menaikki kincir raksasa sambil melihat-lihat pemandangan Jakarta dari ketinggian..hummhh fun ya… no wonder banyak pasangan yang naik wahana ini berduaan, romantis sih suasananya kalo malem-malem. Akhir cerita sodara-sodara, petualangan sehari di Dunia Fantasi berakhir sudah ke enam peserta kembali ke dunia masing-masing, dan pastinya kembali lagi ke Maven donk. Bagi yang belum ikut ga usah iri, ga usah kesal…nanti kita main bareng-bareng lagi yah…dan kali ini Please, NO TORNADO…
Cheers…^_^
*geri

Advertisement

About this entry